Wednesday, November 28, 2012

‎8 Pengertian Cinta Menurut Qur’an



Menurut hadis Nabi, orang yang sedang jatuh cinta cenderung selalu mengingat dan menyebut orang yang dicintainya (man ahabba syai’an katsura dzikruhu), kata Nabi, orang juga bisa diperbudak oleh cintanya (man ahabba syai’an fa huwa `abduhu). Kata Nabi juga, ciri dari cinta sejati ada tiga : (1) lebih suka berbicara dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain, (2) lebih suka berkumpul dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain, dan (3) lebih suka mengikuti kemauan yang dicintai dibanding kemauan orang lain/diri sendiri. Bagi orang yang telah jatuh cinta kepada Allah SWT, maka ia lebih suka berbicara dengan Allah SWT, dengan membaca firman Nya, lebih suka bercengkerama dengan Allah SWT dalam I`tikaf, dan lebih suka mengikuti perintah Allah SWT daripada perintah yang lain. 

Dalam Qur’an cinta memiliki 8 pengertian berikut ini penjelasannya:

1. Cinta mawaddah adalah jenis cinta mengebu-gebu, membara dan “nggemesi”. Orang yang memiliki cinta jenis mawaddah, maunya selalu berdua, enggan berpisah dan selalu ingin memuaskan dahaga cintanya. Ia ingin memonopoli cintanya, dan hampir tak bisa berfikir lain.

2. Cinta rahmah adalah jenis cinta yang penuh kasih sayang, lembut, siap berkorban, dan siap melindungi. Orang yang memiliki cinta jenis rahmah ini lebih memperhatikan orang yang dicintainya dibanding terhadap diri sendiri. Baginya yang penting adalah kebahagiaan sang kekasih meski untuk itu ia harus menderita. Ia sangat memaklumi kekurangan kekasihnya dan selalu memaafkan kesalahan kekasihnya. Termasuk dalam cinta rahmah adalah cinta antar orang yang bertalian darah, terutama cinta orang tua terhadap anaknya, dan sebaliknya. Dari itu maka dalam al Qur’an , kerabat disebut al arham, dzawi al arham , yakni orang-orang yang memiliki hubungan kasih sayang secara fitri, yang berasal dari garba kasih sayang ibu, disebut rahim (dari kata rahmah). Sejak janin seorang anak sudah diliputi oleh suasana psikologis kasih sayang dalam satu ruang yang disebut rahim. Selanjutnya diantara orang-orang yang memiliki hubungan darah dianjurkan untuk selalu ber silaturrahim, atau silaturrahmi artinya menyambung tali kasih sayang. Suami isteri yang diikat oleh cinta mawaddah dan rahmah sekaligus biasanya saling setia lahir batin-dunia akhirat.

3. Cinta mail, adalah jenis cinta yang untuk sementara sangat membara, sehingga menyedot seluruh perhatian hingga hal-hal lain cenderung kurang diperhatikan. Cinta jenis mail ini dalam al Qur’an disebut dalam konteks orang poligami dimana ketika sedang jatuh cinta kepada yang muda (an tamilu kulla al mail), cenderung mengabaikan kepada yang lama. 

4. Cinta syaghaf. Adalah cinta yang sangat mendalam, alami, orisinil dan memabukkan. Orang yang terserang cinta jenis syaghaf (qad syaghafaha hubba) bisa seperti orang gila, lupa diri dan hampir-hampir tak menyadari apa yang dilakukan. Al Qur’an menggunakan term syaghaf ketika mengkisahkan bagaimana cintanya Zulaikha, istri pembesar Mesir kepada bujangnya, Yusuf.

5. Cinta ra’fah, yaitu rasa kasih yang dalam hingga mengalahkan norma-norma kebenaran, misalnya kasihan kepada anak sehingga tidak tega membangunkannya untuk salat, membelanya meskipun salah. Al Qur’an menyebut term ini ketika mengingatkan agar janganlah cinta ra`fah menyebabkan orang tidak menegakkan hukum Allah, dalam hal ini kasus hukuman bagi pezina (Q/24:2).

6. Cinta shobwah, yaitu cinta buta, cinta yang mendorong perilaku penyimpang tanpa sanggup mengelak. Al Qur’an menyebut term ni ketika mengkisahkan bagaimana Nabi Yusuf berdoa agar dipisahkan dengan Zulaiha yang setiap hari menggodanya (mohon dimasukkan penjara saja), sebab jika tidak, lama kelamaan Yusuf tergelincir juga dalam perbuatan bodoh, wa illa tashrif `anni kaidahunna ashbu ilaihinna wa akun min al jahilin (Q/12:33)

7. Cinta syauq (rindu). Term ini bukan dari al Qur’an tetapi dari hadis yang menafsirkan al Qur’an. Dalam surat al `Ankabut ayat 5 dikatakan bahwa barangsiapa rindu berjumpa Allah pasti waktunya akan tiba. Kalimat kerinduan ini kemudian diungkapkan dalam doa ma’tsur dari hadis riwayat Ahmad; wa as’aluka ladzzata an nadzori ila wajhika wa as syauqa ila liqa’ika, aku mohon dapat merasakan nikmatnya memandang wajah Mu dan nikmatnya kerinduan untuk berjumpa dengan Mu. Menurut Ibn al Qayyim al Jauzi dalam kitab Raudlat al Muhibbin wa Nuzhat al Musytaqin, Syauq (rindu) adalah pengembaraan hati kepada sang kekasih (safar al qalb ila al mahbub), dan kobaran cinta yang apinya berada di dalam hati sang pecinta, hurqat al mahabbah wa il tihab naruha fi qalb al muhibbi

8. Cinta kulfah..yakni perasaan cinta yang disertai kesadaran mendidik kepada hal-hal yang positip meski sulit, seperti orang tua yang menyuruh anaknya menyapu, membersihkan kamar sendiri, meski ada pembantu. Jenis cinta ini disebut al Qur’an ketika menyatakan bahwa Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya, la yukallifullah nafsan illa wus`aha (Q/2:286)

Monday, February 27, 2012

Mutiara Kata Untuk Renungan Bersama

Hari ini sebelum kita mengatakan kata-kata yang tidak baik,
Fikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berkata-kata sama sekali.

Sebelum kita mengeluh tentang rasa dari makanan,
Fikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa,
Fikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.

Sebelum kita mengeluh bahawa kita buruk,
Fikirkan tentang seseorang yang berada pada keadaan yang terburuk di dalam hidupnya.

Sebelum mengeluh tentang suami atau isteri anda,
Fikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup.

Hari ini sebelum kita mengeluh tentang hidup,
Fikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

Sebelum kita mengeluh tentang anak-anak kita,
Fikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

Sebelum kita mengeluh tentang rumah yang kotor kerana pembantu tidak mengerjakan tugasnya,
Fikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.

Dan di saat kita letih dan mengeluh tentang pekerjaan,
Fikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti kita.

Sebelum kita menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,
Ingatlah bahawa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.

Dan ketika kita sedang bersedih dan hidup dalam kesusahan,
Tersenyum dan berterima kasihlah kepada Tuhan bahawa kita masih hidup !

Wednesday, December 14, 2011

IKUT SUNNAH KE IKUT ADAT???

Teringat perbualan dengan seorang pak cik penjual perfume di Kota Bharu tempoh hari,

sedang asyik berbual2,aku cuba untuk menanyakannya beberapa soalan,antaranya;

aku       : apa pendapat pak cik tentang remaja hari ini?

pak cik : teruk.remaja hari ini teruk, dengan pemakaian nya,tingkah lakunya dan sebagainya.
              kita tak payah pergi jauh la.kita tengok hari ini... kita hidup ni..kita ikut sape?
               Ikut nabi ke?ikut  adat? ramai hari ini nye ikut, ikut adat..

aku       : yea..btol tu.rmai ikut saje tnpa belajar.

demikian adalah sedikit potongan dan olahan daripada pendapat seorang pakcik. Bagaimana pula dengan pendapat seorang yg berpelajaran tinggi?pemimpin?masyarakat? saya pasti ramai yg setuju dgn statement yg diberikan oleh pak cik itu.

       ya.memang benar. Ramai masyarakat hari ini yg hidupnya tak berlandaskan al-quran dan as-sunnah. Masyarakat moden kini pun, byk ikutan@adat2 yg ditimba dari masyarakat sebelumnya.
dan adakah kesemua adat yg datang daripada masyarakat Melayu dahulu kala berdasarkan sunnah?Tidak. Contohnya, dalam perkahwinan.adat bersanding diambil daripada hindu. Mengikut hukum islam adalah haram.tapi kenapa ramai yg buat?mungkin meraka x tau..ataupun tau.tapi nk ikut adat la katakan.
                                                                      gambar hiasan

      Itu ketika kahwin. Bagaimana pula masa makan?kita lebih gemar menggunakan sudu dan garpu daripada makan menggunakan tangan.apakan pula mahu jilat jari jemari sebagaimana sunnah. Ketika gathering pula, makanan disediakan scra buffet.ramai yg makan scr berdiri..ikut style barat. Manakala ketika "dressing" pula, ramai remaja sekarang yg suka ikut trend dan style barat. gemar berpakaian menjolok mata, ketat2 dan sebagainya."up to date" la katakan.Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:

 Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Sungguh kamu sekalian akan mengikuti sunah orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga walaupun mereka masuk ke dalam sarang biawak kamu sekalian pun akan mengikuti mereka. Kami bertanya: Wahai Rasulullah! Orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani? Beliau menjawab: Lalu siapa lagi selain mereka. (Shahih Muslim No.4822)

        Memang benar lah pesanan Nabi kpd sahabat2 terdahulu, yg mana pada akhir zaman kelak akan ada umat yg ikut sunnah Yahudi dan Nasrani. Walhal sunnah Nabi Muhammad SAW lah sepatutnya menjadi ikutan. Hari ini kita dapat lihat dan perhatikan dengan mata dan kepala kita sendiri. Banyak tanda2 akhir zaman telah pun berlaku.

        Ayuh sahabat2 kita ikut sunnah Rasulullah yg sebenarnya.jangan reti ikut adat je yg ntah ke mana. Intihanya, mari kita renungan bersama sejauh manakah kita sayangkan Nabi kita?sebanyak manakah sunnah Bagnda yang kita ikut? sedanagkan Nabi sangat mengasihi kita sehinggakan nafas terakhir pun Baginda sempat lagi menyebut kalimah ummati..ummati..ummati....

      Baginda pernah b'sabda "Barangsiapa yg m'amalkan sunnahku,maka dia m'kasihiku,dan barangsiapa yg mengasihiku,sesungguhnya,dia akan b'sama2ku di dlm SYURGA"
 Kitalah yg akan menjadikan sunnah itu budaya hidup dan adat kita


"ISLAM IS THE WAY OF LIFE"

Sunday, November 27, 2011

Hijrah Itu Pengorbanan


Pernahkah anda berfikir?
untuk berhijrah dari dosa kepada pahala?
Dari buta kepada celik hati?
Dari buruk kepada baik?
Dari baik kepada yg lebih baik?
Dari angkuh kepada taqwa kepada Allah?
 
Persoalan2 ini kekadang bermain-main dibenak fikiranku. Alhamdulillah masih diberi peluang kepadaku utk terus bernafas dan menghirup udara segar di bumiMu ini Ya Allah serta dapat lagi menjejak kaki ke tahun 1433H ini.

Hijrah. Sepastinya bila disebutkan hijrah, mesti dikaitkan dgn pengorbanan. Sebab itulah dikatakan "Hijrah itu pengorbanan."
 
Peristiwa penghijrahan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat Baginda dari kota Mekah ke Madinah telah pun lama berlalu iaitu 1433 tahun yg lalu. Tetapi sejauh manakah peristiwa ini memberi kesan dan pengajarannya kepada kita pada hari ini? Adakah sekadar tahu peristiwa ini sudah cukup bagus bagi kita? Tidak. Kita yg hidup pada zaman ini pun harus melakukan penghijrahan atau perubahan diri.

Ya. Perubahan diri. Daripada yg bersifat negatif ke arah yg lebih positif. Daripada yg buruk, kepada yg baik. Dan daripada yg baik kepada yg lebih baik lagi. Sepastinya utk melakukan perubahan mesti ada pengorbanan dan pengorbanan pula tak akan wujud tanpa usaha.

Sempena dengan tahun baru Islam ini, maka tanam lah azam dan lakukanlah anjakan paradigma baru untuk perubahan diri ke arah yg lebih positif. Niat lah kerana Allah. Kerna sesuatu pekerjaan itu datangnya daripada niat dan dikira amal ibadah jika berniat kepadaNya.

Sebagaimana yg telah dinyatakan di dalam kitab Hadis 40, karangan Imam An-Nawawi meletakkan hadis yg berkaitan niat ini ditempat yg pertama.
Yang bermaksud : "Sesungguhnya setiap pekerjaan itu dimulakan dengan niat, dan sesuatu perkara itu mengikut apa yg dia niatkan. Sesiapa yg berhijrah kerana Allah dan RasulNya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasulnya. Dan sesiapa yg berhijrah kerana perempuan yg ingin dinikahinya, atau harta yg ingin dimiliki, maka hijrahnya pada apa yg dia niatkan.."

Hadis ini cukup popular. Ditekankan kepada kita berkenaan dengan niat dan dikaitkan pula dengan hijrah. Sebab itu lah, untuk melakukan satu penghijrahan atau perubahan diri memerlukan satu niat yg tulus ikhlas kerana Ilahi. 

Intihanya, semoga dengan tahun baru islam ini jua, iman kita semakin bertambah seiring dengan usia yg semakin lanjut. Saya berpesan kepada diri sendiri dan sahabat2 sekalian ayuh kita lakukan anjakan paradigma diri arah ke arah yg lebih positif. 

Salam Maal Hijrah 1433H

Saturday, November 26, 2011

Pilihan Dalam Kehidupan


Alhamdulillah syukur ke hadrat Ilahi dgn limpah Dan inayahNya dpt lagi saya menulis post buat ke sekalian kalinya. Selawat dan Salam ke Atas junjungan besar Nabi Muhammad SAW, ahli keluarga baginda dan sahabat-sahabat baginda.

  PILIHAN.inilah topik yang akan kita bicarakan buat kali ini.InsyaAllah.

Dalam kehidupan seharian, senantiasa kita diuji dan membuat pilihan. Kekadang pilihan yang kita lakukan merupakan pilihan yang susah utk dilakukan, kekadang pula merupakan pilihan yg senang utk kita lakukan. Inilah fitrah manusia. Mesti lakukan pilihan dalam kehidupan.

Namun begitu, Agama Islam ialah agama yg mudah, yg selamat dan yg tidak membebankan. Agama Islam tidak membebankan sesuatu individu atau kaum nya dengan perkara yg tidak mereka mampu pikul.Sebagaimana firman Allah SWT di dalam Surah Al-Baqarah ayat 286 :

لا يكلف الله نفسا الا وسعها لها ما كسبت
 وعليها مااكتسبت

Maksudnya : Allah tidak membebani seseorang yg tidak sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala(dari kebaikan) yg diusahakannya dan ia mendapat siksa(dari kejahatan) yg dikerjakannya.

Jika kita ingin berjaya, pasti kita akan berusaha dan berusaha utk terus berjaya. Manakala bagi mereka yg tidak mahu kpd kejayaan, pasti mereka akan lakukan perkara2 yg sia2 yg tidak akan membawa kpd kejayaan. Inilah sebenarnya yg terjadi pada hari ini. Kita sebenarnya yg membuat pilihan dan sekaligus mencorak kehidupan pada masa akan datang.

Nabi SAW sendiri pernah diuji oleh kaum kafir Mekah utk melakukan pilhan. Mereka menawarkan kepada Nabi harta kekayaan, wanita dan takhta jika Nabi meninggalkan tugas dakwah Islam. Namun tawaran lumayan yg mereka berikan sedikit pun tidak mengugat tugas dakwah Nabi utk terus berdakwah dan berdakwah kpd masyarakat Mekah. 
  
Itu ceritanya dengan seorang Nabi yg mulia. Bagaimana pula kita sebagai seorang individu muslim?Sebagai masyarakat sesebuah negara?
Ya, sebagai individu kita seharusnya melakukan keputusan utk berdakwah atau menyeru dan menasihati individu lain utk mendalami agama Islam yg sebenarnya. Sebagai masyarakat utk sesebuah negara pula kita sebenarnya yg memilih siapakah yg layak utk menduduki tampuk pemerintahan negara.

Masyarakat seharusnya bijak menilai dan membuat keputusan utk memilih siapa pimpinan negara yg selayaknya. Saya yakin dan percaya yg masyarakat hari ini bukan lagi masyarakat yg seperti dulu yg boleh diperdaya semudahnya. Masyarakat atau rakyat  hari ini adalah masyarakat yg intelektual yg bijak menilai lagi bijak membuat keputusan. 

Negara yg dipimpin oleh pimpinan yg terdiri drpd ulama' dan umara' sahaja mampu menjadikan masyarakatnya selamat di dunia dan akhirat. Negara yg padanya tertegaknya undang-undang islam (syariah) dan hukum Allah sahaja mampu selamat di hari Pembalasan kelak.

Kesimpulannya, bijak lah menilai dan bijak lah membuat keputusan. Kerana satu2 pilihan yg kita lakukan merupakan satu corak untuk kehidupan kita kelak. Wallahu a'lam
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...